Pengertian Komunikasi Massa - detektif.online

Pengertian Komunikasi Massa

Komunikasi merupakan salah satu komponen dasar masyarakat modern. Status suatu organisasi, firma, negara saat ini juga ditentukan oleh posisinya dalam ruang informasi. Komunikasi massa adalah proses penyebaran informasi (pengetahuan, norma hukum dan moral, nilai-nilai spiritual, dll.) dengan menggunakan sarana teknis (televisi, pers, peralatan komputer, radio, dll.) kepada khalayak yang tersebar dalam jumlah besar. Parameter utama yang membedakan komunikasi massa dengan komunikasi kelompok adalah parameter kuantitatif. Karena keunggulan kuantitatif yang signifikan (peningkatan saluran komunikasi individu, tindakan, peserta, dll.), esensi kualitatif baru sedang dibentuk, komunikasi memiliki peluang baru, dan kebutuhan akan sarana khusus terbentuk (replikasi, transmisi informasi melalui jarak, kecepatan, dll).

·         Ciri Komunikasi Massa

             Khalayak massa, komunikasi kelompok sosial besar;

·                 Mediasi komunikasi dengan cara teknis (memberikan keteraturan dan replikasi); sifat komunikasi          yang terorganisir dan institusional.

·                   Orientasi sosial komunikasi yang jelas.

·                   Kemanunggalan informasi dan fiksasi peran komunikatif.

·                 Multi-saluran dan kemampuan untuk memilih alat komunikasi yang memberikan normativitas,               variabilitas komunikasi massa.

·                     Kurangnya koneksi langsung antara audiens dan komunikator dalam proses komunikasi.

·                 Signifikasi sosial dari informasi; meningkatnya tuntutan untuk mematuhi norma-norma komunikasi         yang diterima;

·                 Dominasi sifat dua tahap dari persepsi pesan;

·                 Karakter "kolektif" dari komunikator dan individualitas publiknya;

·                 Massa, tersebar, penonton spontan anonim;

·                 Publisitas, relevansi sosial, karakter massa dan periodisitas pesan

Makna sosial dari komunikasi massa adalah pemenuhan harapan dan tuntutan sosial tertentu (harapan penilaian, pembentukan opini publik, motivasi), dampak (saran, persuasi, pelatihan, dll). Pesan yang diharapkan lebih baik dirasakan ketika pesan terpisah dibentuk untuk kelompok sasaran yang berbeda, dengan mempertimbangkan kepentingan khalayak sasaran. Hubungan antara penerima dan sumber dalam komunikasi massa juga bersifat baru secara kualitatif. Pengirim pesan adalah individu atau institusi publik yang dimitologikan. Penerima adalah kelompok sasaran, yang disatukan oleh sejumlah fitur yang signifikan secara sosial. Tugas komunikasi massa adalah memelihara hubungan di dalam kelompok dan di antara mereka dalam masyarakat. Kelompok seperti itu sebenarnya bisa terbentuk karena dampak pesan massa (pelanggan perusahaan baru, pemilih partai baru, konsumen produk baru).

Syarat munculnya komunikasi massa, menurut W. Eco, adalah:

Saluran komunikasi yang memastikan penerimaannya bukan oleh kelompok tertentu, tetapi oleh lingkaran penerima yang tidak terbatas yang menempati posisi sosial yang berbeda; masyarakat tipe industri, secara lahiriah seimbang, tetapi pada kenyataannya dipenuhi dengan kontras dan perbedaan; kelompok produsen yang memproduksi dan mengeluarkan pesan dengan cara industri.

G.Lasswell menyebutkan fungsi-fungsi komunikasi massa berikut ini:

Regulasi (dampak pada kognisi dan masyarakat melalui umpan balik).

Informasional (survei dunia sekitar).

Budaya (pelestarian dan transmisi warisan budaya dari generasi ke generasi).

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.