Pengertian Berita - detektif.online

Pengertian Berita

 

Pengertian Berita Menurut  Barus (2010:25) menjelaskan bahwa kalangan pakar jurnalistik mengakui bahwa membuat defenisi berita itu sangatlah sulit. Belum ada batasan yang begitu memuaskan yang dapat mencakup seluruh segi, sifat, karakteristik, ciri, dan jenis-jenisnya.Menurut seorang direktur sebuah institut jurnalistik di London, Tom Clarke defenisi berita berasal dari suatu singkatan (akronim) yaitu : NEWS, N = North atau Utara, E = East atau Tim ur, W = West atau Barat, S = South atau selatan. 

Suryawati (2011:67), menjelaskan bahwa berita berasal dari Bahasa Sansekerta, yaitu vrit yang artinya ada, atau terjadi, persamaan dalam bahasa Inggris dapat dimaknai dengan (write) yang artinya “ada” atau “terjadi”.  Sebagian ada yang menyebutnya vrita artinya “kejadian” atau “peristiwa yang telah terjadi”.Sementara Willard C. Bleyer (dalam Barus 2010:26), mengatakan bahwa, berita adalah suatu kejadian aktual yang diperoleh wartawan untuk dimuat dalam surat kabar karena menarik atau mempunyai makna bagi pembaca.

Unsur Layak Berita 

Berdasarkan Kode Etik Jurnalistik yang dirumuskan dalam Undang-Undang Republik  Indonesia No 40 Tahun 1999 Bab II pasal 5 tahun 2006 terdapat tiga poin yaitu, pers berkewajiban memberitakan peristiwa dan opini dengan menghormati norma-norma agama dan rasa kesusilaan masyarakat serta asas praduga tak bersalah. Pers wajib melayani hak jawab. Pers wajib melayani hak koreksi.

Sementara (dalam Budyatna 2009:47) dijelaskan bahwa, wartawan Indonesia  harus menyajikan berita secara berimbang dan adil, mengutamakan kecermatan dan ketepatan, serta tidak mencampurkan fakta dan opini. Tulisan berisi interpretasi wartawan dan opini wartawan agar disajikan dengan menggunakan nama jelas penulisnya.

Nilai Berita

Nilai berita merupakan kriteria yang dijadikan sebagai talak ukur terhadap suatu peristiwa atau kejadian yang hendak dijadikan berita yang layak untuk disebarluaskan kepada khalayak melalui media massa.Berikut nilai-nilai berita menurut Curtis D. MacDougall (dalam Barus, 2010:33-35)

Aktualitas atau (Timeliness), berita harus menyangkut suatu peristiwa terkini yang sedang terjadi, oleh karena itu sebuah berita sangatlah terikat oleh waktu karena pembaca yang selalu memiliki keinginan untuk mengetahui hal-hal baru yang terjadi disekitar mereka.

Kedekatan atau  (Proximity), salah satu unsur nilai berita yaitu, kedekatan jarak dan waktu terjadinya peristiwa dengan pembaca, hal ini akan mempengaruhi daya tarik dan nilai sebuah berita. Jarak tidak hanya mengenai waktu dan geografis tapi dapat pula dalam hal minat, bakat, profesi, dan peristiwa-peristiwa mengenaikejahatan dan peradilan tentu juga menarik hati pembaca.

Cuatan atau (Prominence), terjemahan istilah yang tepat yaitu, lugas, ringkas, mudah diingat, dan cerdas. Nilai sebuah berita sangat ditentukan oleh cuatan atau hal yang ulung pada diri seseorang, benda, tempat serta peristiwa. Dalam hal ini dikenal istilah (name makes news), atau suatu peristiwa menyangkut orang terkenal atau sesuatu yang  dikenal masyarakat dan penting untuk diketahui..

Daya tarik kemanusiaan atau (Human interest), berita juga menyangkut hal yang memiliki daya tarik secara kemanusiaan atau sentuhan manusiawi yang sangat mengunggah rasa, semakin tinggi daya tarik kemanusiaannya maka, semakin tinggi pula nilai sebuah berita. Daya tarik kemanusiaan inilah sehingga muncul istila berita Human Interest.

Akibat atau (Consequence), nilai berita juga dapat ditentukan oleh pengaruh akibat, dan dampak yang ditimbulkan oleh sebuah beritaterhadap masyarakat luas mengenai kehidupan politik, sosial, dan ekonomi merupakan suatu hal yang diperhitungkan oleh seorang wartawan dalam memilih peristiwa.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.